Condition of the Growing Area of Johar (Cassia siamea Lamk) Stands in Camplong Nature Tourism Park, Kupang Regency
Kondisi Tempat Tumbuh Tegakan Johar (Cassia siamea Lamk) di Taman Wisata Alam Camplong Kabupaten Kupang
DOI:
https://doi.org/10.35726/jw.v1i2.553Keywords:
growth site, growth, johar standsAbstract
Research on the Condition of site growth for some stands has been widely done but specifically for johar stands is still very minimal, especially for mainland Timor. As one of the constituents of the stand at TWA Camplong, it is important to know the condition of the johar growing place and the effect on the growth of the johar stand. The parameters measured included the 20 tallest trees, C-organic levels, nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), Bulk density (BD), soil texture (clay), slopes and elevation. The data obtained is analyzed using multiple linear regression analysis. The results of the research showed that the levels of C-organic, N, P, K, soil texture, slopes and elevation of the place have a very significant effect on the growth of johar in TWA Camplong while Bulk density (BD) content is insignificant.
A good site condition for johar growth in TWA Camplong had a dusty loam texture with clay ranging from 4,67-15 %. BD ranges from 0,99-1,23 g/cm3. C-Organic levels ranged from 3,39-8,73%, N ranged from 0,01-0,5%, P ranged from 17,32-59,71 ppm and K ranged from 1,05-3,07 Me/100gr. The slope ranges from 0-19%, and the elevation is 147-419 meters above sea level. Multiple regression equation model is ln Y = 1/u + 91,491 – 80,813X1 + 0,408X2 + 13,027X3 - 0,588X4 - 7,829X5 - 6,752X6 -0,138X7 - 0,592X8.
References
Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Bogor : IPB Press.
Augustin, C. dan LJ. Cihacek., 2016. Hubungan Antara Karbon Tanah Dan Tekstur Tanah di Dataran. Balai Penelitian Tanah. Bogor. 73-88 Hal.
Damanik, J. 2009. Pengaruh Pupuk Hijau Kirinyuh (Chromolaena Odorata L). Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Zea mays L. Skripsi. Universitas Sumatera Utara Medan. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan.
Eviati dan Sulaeman. 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Edisi dua. Balai Penelitian Tanah. Jawa Barat. Hal.11, 18, 28, 53.
Faizin, N., M Mardhiansyah. dan Defri Y. 2015. “Respon Pemberian Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan Semai Akasia (Acacia mangium Willd.) dan Ketersediaan Fosfor di Tanah”. Jurnal Kehutanan. Vol. 2, No. 2:1-9.
Fitri, M. 2017. Hubungan Antara Kerapatan Vegetasi dan Tekstur Tanah dengan Laju Infiltrasi di Rejoso-Pasuruan. Universitas Brawijaya. Malang.
Handayanto, E. 2014. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Universitas Brawijaya. Malang. Hara Tanaman. LPPM UNPAD. Unpad Press. Bandung. Hal 224.
Hardjowigeno, S. 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Edisi Revisi. Akademika Pressindo. Jakarta.
Hendrati, R. L., dan N. Hindayati. 2014. Budidaya Johar (Cassia seamea) untuk Antisipasi Kondisi Kering. Edisi tiga. IPB Press. Jakarta. Hal : 5.
Hikmatullah. 2010. Sifat-Sifat yang Berkembang dari Bahan Volkan di Halmahera Barat, Maluku Utara. Bogor. BBSDLP. 48 hal.
Karsapakyawan K., Lapadjati., Wardah., dan Rahmawati. 2016. “Sifat Fisik Tanaman Kemiri, Lahan Agroforestri dan Lahan Hutan Sekunder Di Desa Labuan Kungguma Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah”. Jurnal kehutanan. Vol. 4, No 2:40-46.
Khoiri Al., E Annon., dan Wawan. 2012. Perubahan sifat Fisik Berbagai Jenis Tanaman di bawah Tegakan Kelapa Sawit yang diaplikasi TKKS di P. Salim Ivomas Pratam. Hal :1-11.
Kotu S., R Jenny J., Sandra P., dan Tilda T. 2015. Status Unsur Hara dan pH Tanah di Desa Sea, Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Jurnal ilmu tanah. Hal : 1-10.
Lapadjati, K. K., Wardah, W., & Rahmawati, R. 2016. Sifat Fisik Tanah pada Hutan Tanaman Kemiri, Lahan Agroforestri dan Lahan Hutan Sekunder di Desa Labuan Kungguma Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Jurnal Warta Rimba, 4 (2).
Mandalika, V. S. 2014. Perubahan Fraksi Fosfor Lambat Tersedia pada Tanah Tergenang yang Diameliorasi Bahan organik. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Martin, M. A., Reyes., dan Taguas F.J. 2016. Estimating Soil Bulk Density with Information Metrics of Soil Texture. Geoderma 287:66-70.
Masrun, A., 2018. Analisa kadar C-organik pada Tanah dengan Metode Spektrofotometri di Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Universitas Sumatera Utara. Bengkulu.
Munawar, A., 2011. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Bogor, IPB Press.
Nurmegawati. 2011. “Infiltrasi pada Hutan di Sub Daerah Aliran Sungai Sumani Bagian Hulu Kayu Aro Kabupaten Solok”. Jurnal Hidrolitan.Vol. 2. Hal :87-95.
Pathibang, M. R. 2005. Hubungan Beberapa Sifat Fisik Tanah dan Topografi Terhadap Pertumbuhan Pinus di Kabupaten Tana Toraja. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Pembonan, S. A. 2012. Hutan Tanaman dan Serapan Karbon. Masagena Press. Makassar. Hal. 121-124.
Rahayu, S. 2009. Monitoring Air di Daerah Aliran Sungai. World Agroforestry Center Southeast Asia Regional Office, Bogor-Indonesia. 104.p.
Rosmarkam, A., dan N.W.Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Rusdiana, O., dan R. S. Lubis. 2012. “Pendugaan Korelasi antara Karakteristik Tanah Terhadap Cadangan Karbon (Carbon Stock) pada hutan sekunder”. Depertemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB. Vol. 03, No. 1:14-21.
Setyawati, R. 2012. Perkecambahan Biji dan Pertumbuhan Tanaman Johar (Cassia siamea Lamk) dengan Pemberian Asam Giberelat (GA3) dan Benzyl Amino Purin(BAP). Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Sipahutar, A. H., P. Marbun., dan Fauzi. 2014. “Kajian C-Organik, N dan P Humitropepts pada Ketinggian Tempat yang berbeda di Kecamatan Lintong Nihuta”. Vol. 2. No.4 : 1332- 1338.
Sudomo, S., dan W. Handayani. 2013. “Karakteristik Tanah pada Empat Jenis Tegakan Penyususn Agroforesty Berbasis Kapulaga”. Jurnal Balai Penelitian Teknologi Agroforetry. Hal :1-14.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutedjo, M. M., dan A.G. Kartasapoetra. 2002. Pengantar Ilmu Tanah. Rineka Cipta. Jakarta Utara. Ilmu Tanah. 181(8): 386–392.
Tarigan, E. S. Br., H. Guchi., dan Marbun P. 2015. “Evaluasi Status Bahan Organik dan Sifat Fisik Tanah (Bulk Density, Tekstur, SuhuTanah) pada Lahan Tanaman Kopi (Coffea Sp.) di Beberapa Kecamatan Dairi”. Jurnal agroteknologi. Vol. 3, No. 1:246-256
Triadiati. 2004. “Potensi tanaman Senna siamea, (Lam.) Irwin & Barneby (Johar) dalam Kaitannya Dengan Kesuburan Tanah”. Institut Pertanian Bogor. Hal :1-7.
Wasis, B., Y. Setiadi., dan Mohamad E. P. 2012. “Perbandingan Sifat Kimia dan Biologi Tanah Akibat Keterbukaan Lahan pada Hutan Reboisasi Pinus di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara”. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol. 3, No. 1: 33-36.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anastasia Jemu, Meilyn Renny Pathibang, Ni Kade Ayu Dewi Aryani, Fransiskus Xaverius Dako, Ramses V. Elim, Jeriels Matatula

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC BY-NC).
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Every publication (printed/electronic) are open access for educational purposes, research, and library. Other than the aims mentioned above, the editorial board is not responsible for copyright violation.







